Detiksorotan.com,Makkah, Tanah Suci- Umrah merupakan salah satu ibadah yang memiliki akar sejarah panjang dalam peradaban Islam. Ibadah ini telah dikenal sejak masa Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS, ketika keduanya diperintahkan Allah SWT untuk membangun Ka’bah sebagai pusat tauhid umat manusia.
Sejak saat itu, Makkah menjadi tujuan suci bagi orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah. Ritual Umrah yang meliputi ihram, thawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, serta tahallul, bukan sekadar rangkaian ibadah fisik, melainkan simbol perjalanan spiritual manusia menuju keikhlasan dan ketundukan total kepada Sang Pencipta.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, Umrah semakin ditegaskan kedudukannya sebagai ibadah yang penuh keutamaan. Rasulullah SAW sendiri melaksanakan Umrah beberapa kali sepanjang hidupnya, dan menjadikannya sebagai sarana pembersihan dosa serta penguatan iman. Sejak itu, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia terus datang ke Makkah untuk menapaktilasi jejak sejarah tersebut.
Dalam perkembangannya, Umrah tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi saksi persatuan umat Islam lintas bangsa, budaya, dan bahasa. Di hadapan Ka’bah, semua jamaah berdiri sejajar tanpa perbedaan status, melambangkan nilai kesetaraan dan persaudaraan universal dalam Islam.
Hingga hari ini, Umrah tetap menjadi ibadah yang hidup, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan umat Islam. Setiap langkah jamaah di Masjidil Haram adalah lanjutan dari sejarah panjang penghambaan manusia kepada Allah SWT sejarah yang terus berdenyut di jantung Makkah Al-Mukarramah.(®)