Detiksorotan.com,Karimun– Komitmen untuk memajukan industri lokal kembali dibuktikan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun melalui layanan prima dan asistensi intensif kepada para pelaku usaha. Dalam menjalankan fungsi industrial assistance, Bea Cukai terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan ekspor daerah, termasuk melalui program unggulan Customs Visit Customers (CVC).
Salah satu wujud nyata keberhasilan tersebut terlihat dari ekspor perdana produk minuman kemasan PT Inmas Sunshine ke Singapura pada 19 Oktober 2025. Dengan total nilai ekspor mencapai Rp198 juta, capaian ini menjadi tonggak penting bagi industri minuman lokal untuk memasuki pasar global.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun, Fajar Suryanto, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi bersama pelaku usaha.
“Bea Cukai Tanjung Balai Karimun memberikan asistensi menyeluruh, mulai dari konsultasi kepabeanan, layanan dokumen, pengawasan pemuatan hingga pendampingan teknis. Kami ingin memastikan pelaku usaha dapat menjalankan ekspor dengan lancar dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Selain mendukung PT Inmas Sunshine, Bea Cukai juga aktif mendorong pertumbuhan ekspor berbagai UMKM berorientasi ekspor di sektor makanan olahan, perkebunan, dan perikanan. Beberapa di antaranya adalah PT Stargrower Kundur, PT Saricotama Indonesia, CV Indo Ocean, CV Moro Sukses, dan PT Kerupuk Ikan Cap Udang Kara.
Hingga Triwulan III Tahun 2025, total nilai ekspor UMKM yang mendapat layanan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun mencapai Rp49 miliar, meningkat drastis dibandingkan capaian sepanjang 2024 yang hanya mencapai Rp18 miliar. Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya kapasitas UMKM lokal dalam memenuhi permintaan pasar ekspor.
Fajar menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga menjaga konsistensi ekspor komoditas unggulan daerah seperti olahan gambir, coconut meat, coconut water, gelembung ikan kakap putih, udang kering, ikan segar, hingga kerupuk.
“Keberlanjutan ekspor sangat penting untuk menjaga kepercayaan buyer internasional. Bea Cukai akan terus hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha,” tambahnya.
Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, Balai Karantina Kepulauan Riau, dan berbagai instansi terkait lainnya.
Fajar berharap semakin banyak produk lokal Karimun dapat menembus pasar internasional, sehingga kontribusi ekspor daerah terhadap perekonomian nasional semakin kuat.
“Bea Cukai Tanjung Balai Karimun bukan hanya lembaga pengawasan, tetapi juga mitra penggerak kemajuan industri. Kami berkomitmen terus mendampingi usaha besar hingga UMKM untuk naik kelas dan bersaing di kancah global,” tutupnya.(cecep cahyana)