Connect with us

Megapolitan

Layanan Berkualitas Prima Satpas SIM Daan Mogot Ajib, Survei Kepuasan Masyarakat Tembus 87%

Detiksorotan com,Jakarta -| Transparansi serta akuntabilitas menjadi gacoan alias andalan terkini pelayanan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polda Metro Jaya di Jalan Daan Mogot Nomor 3 Km 11, Jakarta Barat. Penerapan layanan gacoan ini juga sudah terbukti mampu menuai banyak pujian dari masyarakat. Penerapan sistem antrean yang lebih tertib berpadu apik dengan digitalisasi pelayanan yang cepat dan makin efisien.

Hal ini juga menunjukkan komitmen pihak Satpas Daan Mogot untuk selalu menjaga kualitas pelayanan prima ke masyarakat. Penerapan teknologi digitalisasi yang oke ini juga ditopang dengan kualitas kemampuan para personelnya yang mumpuni.

Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKP Aldo Primananda Putra dalam pernyataannya menjelaskan, metoda pelayanan gacoan Satpas SIM Daan Mogot ini tak terbentuk secara instan. Ada proses identifikasi dan evaluasi secara berkala yang dijalani buat mendapatkan metoda ini secara valid.

“Kami melakukan identifikasi mulai dari aspek efisiensi pelayanan, kepuasan masyarakat, hingga ke perbaikan prosedur yang ada. Setelah itu baru mengevaluasi perbaikan prosedur dengan melakukan pembaruan teknologi digitalisasi. Dan akhirnya sampai juga pada metoda pelayanan seperti dirasakan sekarang,” papar perwira balok tiga dari Batalyon Budi Luhur Bhayangkara Akpol 2013 ini, Kamis, (15/5).

Perihal teknologi digitalisasi yang disampaikan AKP Aldo itu adalah skema pendaftaran SIM secara online melalui aplikasi atau situs resmi Korlantas Polri. Dengan memanfaatkan sistem ini, pemohon SIM bisa memilih jadwal kedatangan, mengisi data diri, dan membayar biaya administrasi tanpa perlu antre lagi. Pemanfaatan sistem ini juga bisa diartikan sebagai upaya fair pihak Satpas untuk memberangus percaloan dan praktik pungutan liar (pungli).

Sementara teruntuk pemohon yang melakukan pendaftaran secara manual di Satpas, penggunaan teknologi First In First Out (FIFO) adalah jawabannya. Teknologi yang diperkenalkan sejak enam tahun silam ini merupakan sistem antrean terintegrasi yang mendahulukan pemohon SIM yang pertama kali datang untuk dilayani. Meski bukan teknologi baru, operasional sistem ini tetap menjamin akurat seluruh proses pelayanan SIM berjalan cepat, tertib, nyaman, teratur, dan transparan.

Selain pembaruan teknologi, proses identifikasi dan evaluasi juga mengena pada penataan desain interior. Ruang tunggu ditata lebih luas dan bersih dengan kelengkapan model tempat duduk yang nyaman. Sebagai penunjang, fasilitas pendingin ruangan yang compatible dengan luas area juga dipasang plus layar informasi digital.

Yang lebih oke lagi, jalur khusus dan layanan prioritas juga disediakan untuk melayani pemohon berkebutuhan khusus. Menjadi satu bukti nyata perwujudan semangat inklusivitas dari pihak Satpas yang menghargai keragaman tanpa memandang perbedaan latar belakang, kemampuan dan status seseorang.

“Kami ingin memastikan bahwa semua masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, bisa mengakses layanan SIM dengan nyaman. Tak ada perbedaan dan pengecualian buat kami memberikan pelayanan ke masyarakat,” ujar AKP Aldo lagi.

Lebih lanjut dia juga mengatakan, mekanisme seluruh layanan prima yang transparansi dan akuntabel ini juga diawasi ketat operasionalnya. Selain menempatkan sejumlah personel Provost di titik-titik strategis, pengawasan juga dipertajam oleh kamera pengawas yang mengintai di berbagai sudut.

“Pola pengawasan yang strength jadi langkah teknis kami untuk menjaga kualitas layanan agar selalu prima. Langkah teknis ini kami pertajam lagi dengan upaya edukasi dan sosialisasi ke masyarakat perihal prosedur resmi yang harus diikuti. There are two ways, bro.
Both direct socialization and socialization through social media, of course,” jelas AKP Aldo dengan mimik serius.

“Kami juga terus mengedukasi pemohon agar melupakan jasa calo. Seluruh prosesnya bisa dilakukan sendiri and easy. Kalau ada kesulitan tinggal bertanya ke petugas. Pasti dibantu, kok,” tambahnya.

Semua penjelasan yang disampaikan AKP Aldo ini sejatinya memang bukan sebuah retorika. Terbukti dari hasil survei Lapor Polisi.id tahun 2025 yang mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Satpas SIM Daan Mogot berada di angka 87%. Sementara tahun 2024 lalu tingkat kepuasan masyarakat nangkring di angka 72%. Ini berarti ada kenaikan sebesar 15% terkait rasa puas masyarakat terhadap layanan di Satpas SIM Daan Mogot. Sungguh Extraordinary. Salute.(bs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Megapolitan