Jakarta – Ketua Umum Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Ganda Sirait, angkat bicara terkait skandal korupsi Pertamina yang menyeret nama sejumlah pejabat dan figur publik. Menurutnya, kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun ini adalah bentuk kejahatan luar biasa yang harus diusut tuntas tanpa pandang bulu.
“Kami mendesak Kejaksaan Agung untuk bertindak transparan dan profesional. Tidak boleh ada tebang pilih, siapa pun yang terlibat, baik itu pejabat tinggi, pengusaha, bahkan figur publik, harus diproses hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegas Ganda dalam keterangannya, Jumat (14/3).
Mendesak Klarifikasi Jaksa Agung
Ganda juga menyoroti diamnya Jaksa Agung ST. Burhanuddin atas tudingan keterlibatan dalam kasus ini, termasuk dugaan suap yang dikabarkan melibatkan artis. Menurutnya, sebagai penegak hukum tertinggi, Burhanuddin seharusnya segera memberikan klarifikasi kepada publik.
“Jika tuduhan itu tidak benar, Jaksa Agung harus segera membantah secara resmi. Tetapi jika ada indikasi keterlibatan, maka sebaiknya bersikap ksatria dan siap diperiksa. Jangan sampai diamnya beliau justru memperkuat kecurigaan masyarakat,” ujarnya.

Presiden Prabowo Diminta Bersikap Tegas
Selain menyoroti Kejaksaan Agung, Ganda juga meminta Presiden Prabowo Subianto tidak tinggal diam dalam skandal ini. Menurutnya, sebagai kepala negara, Prabowo harus menunjukkan komitmen nyata dalam pemberantasan korupsi dengan memastikan aparat penegak hukum bekerja secara independen.
“Jangan sampai kasus ini berakhir seperti skandal-skandal sebelumnya, yang hanya ramai di awal tapi menguap begitu saja. Presiden harus menunjukkan bahwa era kepemimpinannya tidak memberi ruang bagi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan,” tegasnya.
Ganda menambahkan bahwa KAKI akan terus mengawal kasus ini dan mendorong pengungkapan semua pihak yang terlibat, tanpa terkecuali.
“Kami tidak akan tinggal diam. Jika perlu, kami akan turun langsung menggelar aksi dan mendesak agar kasus ini diusut hingga ke akar-akarnya. Kepercayaan masyarakat terhadap hukum dipertaruhkan di sini,” pungkasnya.
Publik kini menanti apakah aparat penegak hukum berani mengungkap fakta sebenarnya atau justru membiarkan kasus ini menjadi bagian dari sejarah panjang skandal korupsi di Indonesia.(rz/hn)