Jakarta ,Detiksorotan.com-Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan pentingnya solidaritas dan soliditas di lingkungan Kejaksaan dalam rangka memperkuat institusi hukum tersebut. Hal ini disampaikan Burhanuddin saat memberikan ceramah kepada Siswa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXI (81) Gelombang I Tahun 2024 di Gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan, Senin (9/9/2024).
Dalam ceramahnya yang berjudul “Jaksa PRIMA,” Burhanuddin menekankan pentingnya nilai-nilai profesional, responsif, integritas, ber-moral, dan andal (PRIMA) sebagai standar karakter seorang jaksa. “Jangan sekali-kali menodai pencapaian Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya masyarakat dengan melakukan penyimpangan atau kesalahan dalam bertugas. Saya tidak akan menoleransi hal tersebut,” tegas Burhanuddin.
Ia juga mengingatkan tentang Jiwa Korsa, yakni solidaritas dan soliditas yang harus diarahkan pada kebenaran dan kebaikan. Hal ini penting karena banyak tugas jaksa yang bersifat tim, di mana keberhasilan bergantung pada kerja sama yang solid.
Burhanuddin juga menyoroti tiga kewenangan baru yang diberikan kepada Kejaksaan melalui perubahan Undang-Undang Kejaksaan, termasuk pemulihan aset, penyelenggaraan Pusat Kesehatan Yustisial, dan kesempatan bagi jaksa untuk berkarya di level internasional.
Mengakhiri ceramahnya, Burhanuddin menegaskan bahwa Kejaksaan harus bekerja dengan keseragaman visi di bawah arahan Jaksa Agung sebagai pemimpin. “Tidak ada tempat bagi jaksa yang ingin melawan kebijakan institusi. Jika ada, lebih baik segera keluar,” tutupnya tegas.
(mirza)